Manusia & Kebudayaan

Soal :
1. Apa yang Anda ketahui tentang Kebudayaan?
2. Bagaimana kehidupan yang mencerminkan Budaya Timur?
3. Beri contoh aplikasi manusia & kehidupan (cetak/online)!


Jawaban:
1. Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”.

2. Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang mencerminkan negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik. Misalnya masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata dengan lembut dan sopan. Dan terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut versi orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu. Hal tersebut merupakan ciri khas kepribadian yang unik.

3.
Orang Indonesia Cenderung Pakai Internet untuk Hiburan

Jakarta - Fenomena perkembangan teknologi internet di Indonesia ternyata tak sebanding dengan pemanfaatannya. Dibanding menggunakan internet untuk meningkatkan kualitas kehidupan, orang Indonesia kebanyakan justru menjadikan internet sebatas hiburan.

Hal tersebut memancing keprihatinan. Pasalnya antusiasme masyarakat Indonesia terbilang cukup tinggi dalam hal mengikuti perkembangan teknologi.

"Eagerness orang Indonesia, orang Asia, lebih tinggi dibanding orang barat yang punya infrastruktur lebih maju. Orang Indonesia belum menggunakan internet untuk meningkatkan kehidupan, mungkin itu yang membuat Indonesia kurang," ujar pembicara Agung Yudha dalam seminar di CSIS, Jl Tanah Abang III, Jakpus, Senin (6/4/2015).

Berbeda dengan masyarakat dari negara-negara maju, kebanyakan orang Indonesia dinilai Agung lebih banyak menggunakan internet untuk hiburan semata. Indonesia sendiri merupakan negara keempat terbesar yang menggunakan internet versi mobile.

"Lebih banyak yang menggunakan untuk entertainment. Orang barat nggak mau kehilangan waktu mandinya hanya untuk internetan, sementara di Indonesia lebih baik nggak dapet air bersih. Di Indonesia banyak yang membeli smartphone walau belum banyak yang menggunakannya secara maksimal," kata Agung yang bekerja di Google Indonesia itu.

"Asia adalahh pusat mobile internet. Di 2012 paling banyak Korsel, India, baru Indonesia, keempat Jepang. Rata-rata orang Indonesia mengakses internet dari mobile. Asia pasifik paling banyak menghabiskan waktu untuk mobile apps, entah download, main game," sambungnya.

Dalam perkembangan teknologi, kata Agung, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Namun akibat masih kurang pemanfaatannya, Indonesia masih belum bisa menjadi pemain teknologi yang berpotensi.

Meski begitu, beberapa perkembangan yang ada di Asia, termasuk Indonesia, kini turut menjadi tren dunia. Salah satunya adalah penggunaan tongkat narsis atau tongsis.

"Dulu penggunaan tongsis dianggap norak. Sekarang tongsis sudah mulai digunakan juga di luar negeri, dan dianggap unik," tutur Agung.

Sementara itu menurut National Technology Officer Micosoft Indonesia, Tony Seno Hartono, masyarakat Indonesia terkenal sebagai orang-orang kreatif. Alangkah lebih baiknya kelebihan tersebut digunakan untuk membangun inovasi-inovasi dengan memanfaatkan teknologi.

"Inovasi beda dengan kreativitas. Orang Indonesia terkenal kreatif. Buatlah inovasi, misalnya di tengah kemacetan ibukota, kita bisa saja membuat usaha antar barang dan makanan, ini cukup laku," ucap Tony dalam kesempatan yang sama.

Inovasi dalam teknologi disebutnya sangat penting bagi setiap organisasi, baik skala kecil hingga skala besar. Bahkan termasuk pemerintahan. Untuk itu budaya membangun inovasi menurut Tony diperlukan di setiap elemen yang ada.

"Buatlah budaya inovasi yang tepat dengan teknologi. Jadikan inovasi sebagai bisnis yang menghasilkan," tutupnya.

Comments